SELAMAT DATANG DI JOGJACULTURAL, ANDATELAH MENEMUKAN TEMPAT YANG TEPAT UNTUK MEMPEROLEH INFORMASI DINAMIKA BUDAYA YANG ADA DI JOGJA, KAMI HADIR UNTUK MENAMBAH KHASANAH INFORMASI BUDAYA DEMI KEMAJUAN BUDAYA DI JOGJAKARTA

3/27/13

Budaya Makan Durian

Durian merupakan buah yang tergolong ekslusif.  Hal tersebut karena selain buahnya tergolong mahal dan tidak semua mampu merogoh kocek atau  isi dompet yang dimilikinya. Ada berbagai macam ekspresi yang ditunjukkan dalam diri seseorang berkaitan dengan  cara makan buah durian. Secara garis besar dapat
dikelompokkan ke dalam kelompok yaitu :
1. Mereka yang sudah terbiasa makan dan sudah tidak asing dengan buah durian
2. Mereka yang "sangat jarang" makan buah durian dan menganggapnya  suatu "kesempatan emas" apabila
    pada saat ini  mendapat kesempatan makan buah durian.

Bagi mereka yang sudah sering merasakan buah durian, mereka tidak terlalu agresif dalan menyantapnya karena dalam benaknya  terpikir  berbagai resiko  kalau terlalu banyak makan buah durian akan menyebabkan gangguan kesehatan. perlu diketahui bahwa buah durian tergolong " keras " dan dapat menimbulkan efek samping apabila dimakan  oleh seseorang yang sudah mengidap suatu penyakit tertentu misalnya darah tinggi.

Sementara itu bagi mereka yang jarang memakan buah durian, mereka menganggap bahwa kesempatan
diberi kemampuan / makan gratis misalnya, memberikan dirinya memanfaatkan "aji mumpung" tersebut dengan melahap durian sebanyak-banayknya apabila masih belum habis, dan tidak memikirkan akibat yang
ditimbulkannya  setelah menyantap  buah tersebut.



... perlu di test apa buahnya benar-benar aman dan halal tidak.... 



Sebelum makan perlu ekspresi tertawa biar makannya enak....



Menatap jauh  memikirkan nasib durian setelah dimakan 



Durian ternyata  dapat dimakan seperti makan Es Krim.... 


Demikian sekelumit ekspresi budaya makan durian  dari berbagai person yang sangat bervariasi dalam cara  menikmatinya. Ekspresi gembira  nampak  terlihat jelas karena  dalam menikmati buah tersebut  mereka tidak  mengeluarkan biaya sepeserpun alias GRATIS...  hanya menyiapkan perangkat mulut dan perut...emmm. asyik juga.

( Agus SW / Adat Tradisi )